Kabel Audio

Tips membeli kabel audio yang pas untuk sistem high end audio

Bagaimana memilih dan membeli kabel untuk komponen audio anda?

Kabel makin mahal makin bagus?
Semua kabel sama saja, tidak mempengaruhi kualitas audio /video?

Pada suatu kesempatan saya bertemu dengan seorang pengusaha yang kebetulan juga seorang audiophile. Pas obrol – obrol santai saya menanyakan mengenai kabel audio. Menurut dia: Kabel yang dipilih adalah merek yang beken dan makin mahal makin bagus.

Pada kesempatan lain saya bertemu seorang audiophile yang berpendapat bahwa pengaruh kabel tidak banyak mempengaruhi kualitas maupun warna suara pada sebuah sistem audio video.

Tetapi seiring dengan semakin kritisnya audiophile dan canggihnya peralatan yang dijual saat ini. Sebaiknya kita memilih kabel yang tepat dalam hal kualitas maupun harga. Sehingga kabel yang dibeli dapat memaksimalkan hasil reproduksi gambar dan suara dan kelebihan budget dapat di alokasikan untuk membeli perangkat, aksesori dan koleksi CD/DVD.

Oleh sebab itu dalam kesempatan ini saya ulas tips memilih kabel di majalah ini.

Idealnya sebuah kabel berfungsi sebagai penghantar gelombang listrik yang tidak boleh menambah atau mengurangi karakter sinyal yang di hantarkan.
Tapi di dunia yang nyata nilai tambah dalam memilih kabel yang tepat selain berfungsi sebagai penghubung dua komponen elektronik juga harus dapat menciptakan sinergi di antara dua komponen elektronik yang dihubungkan.

Kenapa ?

Karena sampai saat ini manusia belum dapat menciptakan kabel yang ideal, sehingga kita boleh mengabaikan teori dunia ideal bahwa kabel yang baik adalah penghubung ideal yang tidak mengubah sinyal listrik yang dihantarkan.

Jadi pertanyaan untuk kita yang hidup di dunia nyata adalah: “Bagaimana memilih kabel yang paling tepat dan sesuai untuk menghubungkan komponen -komponen yang kita miliki sehingga menghasilkan output cocok di telinga kita secara maksimal?”

Sebagai pedoman untuk menjawabpertanyaan ini, saya kutip semboyan klasik sebagai berikut ““Analisa diri anda, Analisa musuh anda, Harmoniskan kondisi medan perang, iklim dan cuaca. Seribu kali berperang seribu kali menang”, dari “Sun Tzu” seorang panglima perang dimana teorinya sampai saat ini masih dipelajari dan aplikasikan di seluruh dunia.

Lho, apa hubungan nya?

Mari kita jabarkan strategi tersebut menjadi strategi ampuh dalam memilih dan membeli kabel.

1. Analisa selera anda

Mulailah menganalisa apa yang anda inginkan. Apa selera musik anda? Bagaimana warna musik tersebut ingin anda dengar? manis? hangat? lembut? dinamik? natural? Suara vokal yang terkesan lebih maju? Sound Stage yang lebar? Trebel yang open? Berhati – hatilah dengan istilah – istilah diatas. Terkadang istilah tersebut diatas dapat dengan mudah dipelintir misalnya treble yang open di istilahkan menjadi suara yang terang atau sound stage yang maju di istilahkan menjadi suara yang menyerang.
Percayakan selera anda di dalam tangan anda sendiri. Buatlah catatan singkat mulai dari daftar lagu kesayangan anda. Kemudian buat daftar harapan anda misalnya: saya ingin mendengar suara cello yang airy, woody dan tebal, saya ingin mendapat sound stage live show dari sebuah Jazz Club dan seterusnya.
Tabel ini kita sebut tabel selera dan harapan.

2. Analisa karakter konponen dan harmonisasikan dengan kabel anda

Setelah anda sudah merinci satu persatu selera dan harapan anda. Kini saat nya anda mendata karakter komponen yang anda miliki.
Ada beberapa pedoman sederhana untuk hal ini:
· Teliti spesikasi besaran output dan input komponen anda. Buatlah catatan singkat. Tabel ini kita sebut tabel input-output.
· Dengar baik – baik karakter tiap komponen yang anda miliki dengan memakai kabel yang tersedia. Mulailah dari speaker. Buatlah catatan singkat. Tabel ini kita sebut tabel karakter komponen.
· Setelah itu buatlah tabel perubahan. Karakter CD: trebel kurang open > treble open dan halus dan seterusnya. Tabel ini kita sebut tabel perubahan.

3. Analisa ruang dengar anda dan harmonisasikan dengan kabel anda
Bagaimana dengan ruang dengar anda? Luas atau sempit? berakustik baik atau seadanya?
Pemasangan kabel: teratur atau tidak teratur? Apakah kabel yang anda pasang melewati medan listrik lain atau tidak dan yang tak kalah penting adalah posisi sound sistem and posisi duduk anda serta panjang kabel yang dibutuhkan. Buatlah catatan singkat. Tabel ini kita sebut tabel ruang dengar.

Setelah merangkum semua permasalahan dengan ruang dengar, sistem yang ada dan selera anda kini saat nya anda menentukan kabel yang cocok untuk anda.

4. Analisa spesifikasi kabel

Cobalah minta keterangan spesifikasi kabel yang anda taksir. Anda dapat mencari informasi di penjual kabel, di catalog produk , majalah audio atau di internet. Pada dasarnya ada empat hal yang mendasar yang perlu anda amati yaitu : Konduktor, geometri kabel, bahan dielektrik dan konstruksi dielektrik dan konektor.

Bahan Konduktor dan penampangnya

Konduktor sebagai media penghantar listrik memiliki peran yang besar dalam menentukan kualitas kabel.

Bahan konduktor yang sering dipakai untuk kabel audio dapat dijabarkan sebagi berikut: Tough Pitch Copper, Metal Alloy Conductor, Oxygen Free Copper/Silver, Silver plated OFC, Single Crystal Copper/Silver.

Umumnya penampang konduktor yang ada adalah sebagai berikut:
Penampang bundar, penampang persegi, penampang oval dan lainnya.

Geometri kabel:
Geometri pada kabel berperan sebagai solusi mengatasi problem skin efek, bunching efek, medan elektromagnetik dan banyak lagi.
Dalam kabel audio kita mengenal beberapa geometri kabel seperti: geometri bipolar, geometri litz, geometri balance, geometri anyaman tikar, geometri hyper litz, geometri kepang dan lainnya..

Bahan Dielektrik dan konstruksinya
Bahan Insulasi atau sering disebut dielektrik berfungsi sebagai pelindung konduktor, yang mempunyai beberapa fungsi seperti: menghalau sinyal radio frekuensi, mengurangi problem skin efek, isolasi tegangan.
Dielektrik yang sempurna adalah dielektik hampa udara, kemudian adalah dielektrik udara dan kemudian bahan dielekrik lain seperti: PVC, Plastic, FPE, PP, Teflon.
Konstruksi dielektrik juga beragam – ragam mulai dari kabel memakai kombinasi teflon dan gelembung udara, tiap lembar konduktor yang diisolasikan kemudian di pelintir baru kemudian di beri jaket dielektrik dan masih banyak lagi.

Konektor:
Konektor atau sering kita sebut jack, pin, spade dan banana sebagai ujung tombak kabel audio juga memegang peran yang penting. Semakin baik bahan konduktor dan konstruksi yang di gunakan konektor semakin baik pula tingkat efiensi transmisi sinyal audio anda. Pemasangan konektor harus rapat dan keras.

Pemahaman spesifikasi kabel dapat memaksimalkan budget vs performance dari kabel yang anda incar.
Buatlah tabel spesifikasi kabel.

5. Analisa karakter kabel

Setiap kabel memiliki karakter masing – masing. Ada kabel yang berkarakter nada bass yang baik lemah dalam nada tinggi sehingga memberi kesan tumpul atau sebaliknya. Adapula kabel dengan karakter vocal yang manis tetapi memiliki detail yang kurang baik. Ada kabel yang dapat merespon musik dengan cepat tapi memiliki nada rendah yang kurang baik. Sebelum memutuskan untuk membeli kabel sebaiknya anda mencari informasi mengenai karakter kabel pada review – review kabel di majalah, internet dan sebagainya.

6. Analisa akhir

Kita telah memiliki tabel selera dan harapan, tabel input-output, tabel karakter komponen, tabel perubahan, tabel spesifikasi kabel, tabel karakter kabel. Teliti sekali lagi tabel – tabel tersebut. Dari situ kita dapat menarik kesimpulan akhir dengan bias yang mendekati nol.

Saya mengharapkan dengan tulisan ini anda dapat memiliki pedoman dalam memilih dan membeli kabel yang cocok untuk anda. Cocok dari sisi harga, kualitas dan selera anda. Dan yang terpenting adalah anda terhindar dari problem salah memilih kabel seperti yang sering dialami oleh pembeli awam atau pemula.
Seperti kata orang: Nasi telah jadi bubur, menyesal kemudian tidak ada guna.

Silakan dicoba keampuhan strategi Sun Tzu dalam memilih kabel audio yang tepat.

Penulis
Herwin Gunawan

www.vokuz.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s