Kabel Audio

Keunggulan Single Crystal Conductor dari Harmonic Technology

Teknologi Kabel Single Kristal

Pengembangan teknologi di bidang audio video ternyata tidak terbatas pada perangkat. Kabel pun tak luput dari perhatian. Saat ini teknologi tercanggih dalam perkabelan adalah teknologi yang disebut teknologi single kristal.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa dalam suatu sistem audio video, perkabelan cenderung kurang diperhatikan. Padahal kabel sebagai penghantar sinyal dapat mempengaruhi kualitas suara yang dihasilkan dari suatu sistem. Kabel yang baik adalah kabel yang memiliki distorsi paling rendah –bahkan kalau bisa tanpa distorsi- terhadap sinyal yang dihantarkannya. Dalam suatu sistem high-end, syarat ini mutlak dibutuhkan dalam pemilihan kabel yang akan digunakan.

Terkait dengan hal ini ada beberapa hal yang patut dipertimbangkan dari sbuah kabel. Resistansi, kapasitansi, dan induktansinya merupakan beberapa faktor penting yang bisa mempengaruhi performa sistem secara keseluruhan. Namun diluar itu, ada beberapa aspek lain yang seringkali terlupakan walau sebenarnya juga mempengaruhi kualitas sebuah kabel. Salah satunya adalah tipe konduktor dan kemurniannya (purity).

Perkembangan teknologi kabel juga merambah aspek satu ini. Tercatat beberapa teknologi telah diciptakan untuk menciptakan sebuah kabel performa tinggi. Sampai pada akhirnya, di tahun 1986 Profesor Ohno dari Chiba Institute of technology menemukan teknologi Continous Casting Copper. Teknologi Continous Casting Copper ini mampu menghasilkan bahan konduktur Single Crystal (Kristal Tunggal) yang mampu mentransfer sinyal audio video tanpa tandingan saat ini. Untuk menjelaskan bagaimana hebatnya teknologi peleburan tembaga kontinu di banding dengan teknologi yang ada mari kita bahas satu per satu.

TPC (Tough Pitch Copper)

Pertama-tama adalah Tough Pitch Copper (TPC). TPC dibuat dengan cara memanaskan tembaga sampai meleleh. Kemudian tembaga cair dimasukan ke dalam wadah pencetakan. Wadah pencetakan berfungsi sebagai pendingin. Tembaga yang keluar dari wadah ditarik berulang kali sampai didapatkan ukuran yang diinginkan. Proses ini dikerjakan dalam suhu normal.

Karena semua proses di kerjakan di ruangan biasa, maka dalam proses pembuatannya tembaga terkontaminasi dengan udara sekitar seperti oksigen dan hydrogen. Umumnya tembaga jenis ini mengandung 300 – 500 PPM (Parts Per Millions) oksigen. Kontaminasi Oksigen dan Hidrogen tersebut menyebabkan adanya distorsi sinyal yang sangat mengganggu.

TPC adalah konduktor tembaga yang umum digunakan untuk kabel elektronik. Kita bisa menjumpainya pada kabel-kabel seperti kabel listrik untuk lampu, peralatan rumah tangga dan kabel audio tanpa merek.

OFC (Oxygen Free Copper)

Akibat tuntutan dari audiophile yang semakin kritis maka timbullah OFC. Dikembangkan di Jepang pada tahun 1975, proses OFC sebenarnya mirip dengan proses TPC. Dalam proses ini, tembaga cair di masukan dalam wadah cetak dan kemudian ditarik. Yang membuat OFC lebih baik adalah OFC diproses dalam ruangan hampa udara. Sehingga proses tersebut tidak dipengaruhi oleh udara-udara yang mengandung oksigen maupun hydrogen. Hasilnya, tembaga yang dihasilkan mengandung 10 PPM oksigen. Jauh lebih rendah dibandingkan dengan TPC.

Selain itu, daya hantar OFC meningkat antara 0,5 – 2% lebih baik dari TPC. Seiring dengan perkembangan teknologi pabrik, pembuat kabel OFC kini dapat menghasilkan bahan konduktor yang tingkat kontaminasi sangat rendah. Dan melalui teknologi annealing (pelunakan) dihasilkan OFC dengan butiran kristal yang halus dan rapat. Konduktor jenis ini punya kemampuan daya hantar yang baik, dan karenanya banyak digunakan pada kabel-kabel yang bermerek.

Gambar 1. Teknologi peleburanb berkesinambungan ciptaan Prof. Ohno dan teknologi peleburan konvensional.

LC-OFC (Linear Crystal-Oxygen Free Copper)

Pada kisaran tahun 1975 juga, Hitachi mengembangkan metode sendiri untuk mengurangi butiran kristal. Proses LC-OFC ini telah dipatenkan oleh Hitachi dan menjadi produk eksklusif mereka. Tipikal kristal yang dihasilkan konduktor LC-OFC dalam setiap 1 mm (diameter) adalah sepanjang 130mm. Cukup signifikan dibanding konduktor TPC dan OFC yang umumnya hanya sepanjang 4mm. Oleh sebab itu kabel LC-OFC dianggap lebih baik dari pada TPC atau OFC.

Gambar 2. Foto butiran antara oxygen free copper dan single kristal copper

PCOCC (Pure Copper by Ohno Continuous Casting Process)

Tetapi agaknya audiophile mania masih belum puas, sehingga akhirnya di temukan teknologi PCOCC. PCOCC adalah proses “State of The Art” dari teknologi peleburan konduktor. PCOCC dihasilkan melalui proses Continuous Casting (peleburan berkesinambungan) yang telah dikembangkan oleh Prof. Ohno dari Chiba Institute of Technology Japan.

Proses PCOCC dilakukan diruang hampa seperti proses OFC tetapi bedanya adalah dalam proses peleburan dan pembentukan tembaga. Tembaga Murni cair di masukan dalam wadah cetak yang bersuhu tinggi. Tembaga tersebut kemudian ditarik melalui proses pendinginan.

Proses ini menghasilkan single-kristal (butiran tunggal) yang homogen dan panjang yang tidak terputus – putus ataupun retak. Tipikal kristal yang dihasilkan proses PCOCC untuk 0.3mm (diameter) adalah sepanjang 125m! Lagi pula kadar oksigen dan hydrogennya sangat rendah, atau hampir mendekati nol.

Karena proses pembuatan yang spektakuler ini, kabel yang dihasilkan memiliki beberapa kelebihan yang sangat signifikan dibanding proses lainnya. Kelebihan tersebut diantaranya adalah penurunan rasio tegangan pada tembaga, sehingga PCOCC memiliki kelenturan yang lebih baik, berat jenis yang lebih besar dan faktor “Q” yang lebih tinggi.

PCOCC juga memiliki faktor isolasi yang lebih tinggi terhadap pengaruh elektro magnetik. PCOCC single-crystal (butiran tunggal) tidak memiliki sudut-sudut butiran sehingga membuat transmisi sinyal audio yang lebih baik. PCOCC tidak menghalangi atau merubah sinyal audio secanggih apapun dan memiliki karakter distorsi terendah di dunia saat ini.

Sejak teknologi ini diperkenalkan pada 1986 oleh Profesor Ohno, riset dan pengembangan terus dilakukan untuk menyempurnakannya. Beberapa merk kabel tertentu juga memanfaatkan proses ini. Salah satu diantaranya adalah Harmonic Technology.

Harmonic Technology melanjutkan riset dan pengembangan yang terus menerus untuk membuat PCOCC yang lebih baik Saat ini Harmonic Technology dapat memproduksi tembaga dengan kemurnian 99,99999% atau “7N Copper” karena kabel ini memiliki karakteristik “7Nine” untuk kemurnian tembaga. Tingkat kemurnian seperti itu otomatis membuatnya menjadi penghantar sinyal terbaik bagi suatu sistem audio video. Pada akhirnya performa sistem secara keseluruhan pun dapat diperoleh secara maksimal.

Salam,

Herwin Gunawan

www.vokuz.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s