High End Audio

Bagaimana menilai objektifitas review sebuah produk

Tips mereview review produk
Kita sebagai penggemar musik dan film sangat menginginkan perangkat yang sempurna untuk merepro film dan musik yang kita sukai. Salah satu perangkat yang sering kita pakai sebagai pedoman dalam memilih perangkat adalah review produk yang dilakukan majalah – majalah audio video.
Di Indonesia saat saya membuat tulisan ini ada beberapa majalah audio video yang rajin menuliskan review – review produk terbaru seperti majalah Audio Video, Audio Interior, dan What’s HiFi versi Indonesia. Sedangkan di luar Amerika ada beberapa majalah review subjektif seperti yang sangat terkenal adalah Absolute Sound, Stereophile sedangkan di Inggris seperti What’ HiFi, Hi Fi Choice, Hi Fi Plus. Belum lagi ditambah majalah – majalah review subjektif negara lain seperti Jepang, Hong Kong dan lain-lain. Adapula beberapa situs audio online independent yang rajin menuliskan review terhadap produk – produk.
Banyak penulis majalah memiliki kemampuan yang trampil dalam mendengar, secara teknis keahlian serta memiliki kemauan yang kuat membuat mereka bersedia untuk melaporkan keadaan yang sesungguhnya tentang produk audio. Ada sebuah pedoman dalam kewartawanan yang melambangkan etika dari banyak penulis produk high-end. “Tak punya perasaan takut atau tidak memihak”. Majalah seharusnya tidak perlu takut kepada Pabrik ketika menerbitkan tulisan negatif maupun mengharapkan menerbitkan sesuatu yang baik. Sebagai gantinya produk individu menciptakan mutu produk, serta suara yang serasi. Karena penulis high-end mendengar banyak produk dalam kondisi yang baik, mereka berada pada posisi ideal untuk menilai kelemahan serta jasa yang relatif dan melaporkan pendapat mereka. Penulis yang terbaik mempunyai kombinasi yang baik pada telinga, kejujuran, dan kemampuan teknis.
Review majalah audio terbagi atas dua kutub. Kutub pertama adalah kutub produsen dan kutub kedua adalah kutub pembaca. Majalah kutub produsen pemegang kendali adalah iklan, sumber dana mereka adalah dari pemasang iklan mereka. Sebaliknya, pada majalah kutub pembaca pemegang kendali adalah para pembaca, tujuan utama mereka adalah melayani para pembaca, bukan pemasang iklan mereka. Sebagai konsekuensi, majalah high end sering kali menerbitkan review yang negatif, sedangkan majalah Mass-market pada umumnya tidak. Lebih dari itu, majalah high-end jauh lebih membeda-bedakan sekitar pembuatan komponen yang baik, yang dapat direkomendasikan kepada pembaca. Majalah Mass-market menyediakan kepercayaan kepada orang-orang dijalan (dalam pandangan saya) tidak memperhatikan aspek reproduksi musik.
Review produk high-end tidak hanya harus lebih jujur, tetapi harus dapat membeda-bedakan dalam menentukan apa yang sesungguhnya produk yang pantas. Jika anda membaca majalah Hi-Fi yang tidak pernah memberi kritik pada produk, berhati-hatilah. Tidak semua komponen audio berharga; oleh karena itu, tidak semua review majalah harus menyimpulkan rekomendasi.
Berikut adalah beberapa pedoman dalam menilai sebuah review pada majalah audio:
1. KENALI PENULIS REVIEW
Belajarlah untuk mengenal penulis dengan menghubungkan review yang sedang anda baca dengan penulisnya. Saat membaca review lihatlah nama yang menulis review itu.
Pertama – tama lihat jenis lagu yang sering dipakai untuk mereview produk tersebut, apakah dia penggemar lagu klasik, lagu country, lagu jazz dan sebagainya. Apakah selera penulis sesuai dengan selera anda.
Kedua lihat peralatan pendukung yang dipakai apakah peralatan tersebut mirip dengan perangkat yang anda gunakan.
Ketiga lihat kecenderungan penulis, setiap penulis memiliki kecenderungan tersendiri. Ada yang menyukai suara yang berdinamika, ada yang menyukai kegesitan dan sebagainya.
2. PENULIS MEMILIKI TINGKAT KEAHLIAN YANG BERBEDA
Jangan beranggapan bahwa penulis review memiliki keahlian yang sama. Penulis review sama dengan profesi yang memerlukan keahlian seperti tukang kayu, dokter dan lain-lain. Penulis review menyandang predikat kompetensi yang berbeda. Ada penulis yang telah malang melintang dalam beberapa dekade dan ada pula pendatang baru yang tidak memiliki komitment pengalaman serta pengetahuan untuk profesi itu. Reputasi penulis dipertimbangkan dari catatan serta pengalamannya.
3. HAKIMI REVIEW TERSEBUT SESUAI DENGAN PENILAIAN ANDA
Terakhir, dengarkan produk itu sendiri. Jika dua komponen dibandingkan dalam review, dengar dan bandingkan produk tersebut dengan persepsi penulisnya. Sekalipun anda bukan mencari produk yang ada pada review, mendengarkan komponen itu akan mempertajam ketrampilan anda, serta dapat mempertimbangkan perspektif nilai penulis review.
Ada beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan pada saat membaca review sebagai berikut:
1. TERLALU BERPATOKAN MATI TERHADAP REVIEW
Kesalahan umum yang sering terjadi dalam memilih perangkat audio video adalah berpatokan hanya pada review bukan dengan menguji perangkat tersebut. Review seharus dipakai sebagai titik pandangan bukan sebuah nilai mutlak terhadap kualitas mutu produk tersebut. Membeli produk yang hanya didasarkan pada review akan dipenuhi dengan bahaya. Jangan pernah lupa bahwa review tidak lebih dari pendapat seseorang atau bisa juga sebagai informasi atau pendapat dari orang yang lebih berpengalaman dari kita. Lebih dari itu, jika pendapat penulis berbeda dengan selera anda maka akhirnya anda akan membeli komponen yang tidak anda sukai. Kita semua memiliki prioritas yang berbeda dalam menilai kualitas suara; apa yang penulis nilai adalah suara yang terbaik, sebagai contoh mungkin penilaian kecepatan suara akan dinilai rendah. Prioritas anda yang utama ketika memilih komponen musik playback. Percaya pada pendengaranmu.
2. KURANG TELITI DALAM MENILAI REVIEW
Pertama pembaca dengan penglihatan yang tajam dapat menemukan produk mana yang khusus bagi penulis. Kebanyakan penulis mendaftarkan sistem referensi mereka dengan produk baru. Ketika produk tertentu muncul dalam sistem referensi review sesudah review, anda dapat yakin bahwa penulis berpikir bahwa produk tersebut adalah produk yang baik. Tanda yang lain untuk membuktikan bahwa produk tersebut baik, jika penulis membeli produk tersebut untuk dirinya sendiri.
Kedua kadang – kadang ada produk diberi kan predikat bintang lima atau rekomendasi tetapi di oleh penulis review yang lain diberi penilaian kurang baik.
3. MENJADI KESAL JIKA PRODUK YANG DIBELI MENDAPAT REVIEW YANG KURANG BAIK
Kata terakhir tentang review produk: jangan berhenti untuk menikmati musik jika komponen yang telah anda beli mendapat review yang buruk. Anda telah menikmati musik dari produk tersebut sebelum review itu muncul; mengapa pendapat orang lain yang harus menghilangkan kenikmatan musik anda? Baik atau Buruk, review majalah membawa banyak pengaruh dalam pikiran pembaca dan dalam pasaran.
4. MEMBELI BARANG BERDASARKAN REVIEW BEBERAPA PENULIS BERBEDA TANPA MEMPERHATIKAN “SISTEM MATCHING”
Penulis review A memberikan predikat bintang lima terhadap speaker XYZ. Kemudian penulis review B memberikan predikat rekomendasi terhadap ampli ABC. Tetapi begitu dipasang di rumah yang terjadi adalah hasil yang sangat jelek.
KESIMPULAN
Manfaat review produk dengan bijaksana:
– Mengetahui prioritas musik penulis masing-masing. Menemukan perbedaan penulis dalam menilai musik serta kecepatan suara.

– Memadukan ide/pendapat anda dengan ide/pendapat penulis tentang suatu produk. Ini tidak hanya memberi anda perasaan sebagai seorang penulis, juga akan membuat anda menjadi pendengar yang terbaik.
– Jangan memberi cap yang sama kepada semua penulis. Pertimbangkan juga reputasi serta pengalaman penulis dilapangan. Berapa banyak kesamaan produk yang telah dibuat oleh penulis? Sebagai contoh, jika penulis yang telah mendengar hampir tiap-tiap semua model digital processor, pendapat mereka akan jauh lebih berharga dibandingkan dengan penulis yang hanya mendengar sedikit model.
– Jangan membeli atau menolak produk semata-mata karena didasarkan oleh review. Gunakan rekomendasi produk sebagai titik awal untuk penilaian produk bagi anda sendiri. Dengarkan produk tersebut sendiri, lalu putuskan apakah produk tersebut cocok untuk anda. Biarkan telinga anda yang memutuskan.

Demikian tulisan ini saya buat dengan harapan dapat memberikan masukan yang baik bagi anda.
Salam,
Herwin Gunawan

www.vokuz.com

4 thoughts on “Bagaimana menilai objektifitas review sebuah produk

  1. JANGAN PERCAYA kepada TELINGA ANDA SENDIRI..
    ->Suara speaker.. yang didengarkan, .. tapi kok dianggap suaranya sama dengan suara John Lenon..😉

    Apalagi dengan pedagang, iklan dan juga reviewer produk itu sendiri… Jangan PERCAYA.. !!!

    Percayakan kepada pengetahuan anda.. kalau tidak punya.. ya cari tahu.. jangan hanya ikut2an dan juga pamer gengsi..😉

  2. Andika,

    Terima kasih atas komentarnya – Kami mendukung 100% komentar yang anda tulis – sebaiknya teliti sebelum membeli sebuah produk – jangan hanya percaya dengan pedagang, iklan dan juga reviewer.

    Itu adalah inti dari artikel kami di atas.

    Herwin Gunawan

  3. OK Booss, good advise.

    Btw, saya sudah bulat akan beli amp NAD C315BEE, kira2 speaker apa yg mesti saya sandingkan dg amp tsb?
    Bingun nih kalau baca2 review banyak merk & banyak bintang-tang. (Tannoy F1? Wharfedale D9.1? MA BR2? KEFQs…)

    Satu lagi Om Herwin, kira2 amp NAD tsb (2x40wpc) bisa nggak sih nge-drive speaker floorstander spt MA BR5 atau KEF iQ5 dan menghasilkan sound yg pas (diluar qualitas)?

    thank’s

  4. Andika,

    definisi speaker yang cocok untuk amplifier yang disebutkan adalah: speaker yang mampu menghasilkan tonal balance yang pas, musik dengan soundstage yang terbentuk, serta dinamika yang cukup.

    Mudah2an jawaban saya membantu.

    Herwin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s